Kabarminang — Dua hektare hutan dan lahan terbakar di Jorong Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota, pada Jumat (22/8) sejak pukul 13.05 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan bahwa kebakaran itu terjadi karena ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar ranting kering. Ia menyebut bahwa cuaca panas, lahan kering, dan angin kencang mempercepat api merambat ke lahan kering lain.
“Akibat kebakaran itu, lahan tersebut rusak berat,” ucapnya.
Untuk memadamkan kebakaran itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Limapuluh Kota. Rahmadinol menyebut bahwa untuk memadamka kebakaran itu, diturunkan satu mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Limapuluh Kota, satu mobil operasional L300 milik BPBD Limapuluh Kota, dan satu set pompa air.
“Pemadaman dilakukan tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, perangkat nagari, dan warga,” ujarnya.
Dalam memadamkan kebakaran, kata Rahmadinol, tim sulit memadamkan titik api yang berada di lereng bukit yang menuju puncak bukit. Selain itu, katanya, akses menuju lokasi sulit dilalui kendaraan operasional petugas.
“Sampai malam ini api belum padam di lahan itu. Jika kebakaran terus meluas, diperkirakan lahan yang terbakar lebih dua hektare. Kami sudah meminta pemilik lahan untuk berjaga-jaga dan memantau kondisi kebakaran itu,” tuturnya.
Perihal kebakaran lahan tersebut yang disebabkan oleh pembukaan lahan dengan membakar ranting, Rahmadinol mengimbau masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran karena saat ini kemarau. Caranya, kata Rahmadinol, ialah tidak membakar hutan dan lahan, tidak membuang puntung rokok di tempat sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api di hutan dan lahan. Ia juga meminta masyarakat untuk melaporkan kepada pihak terkait jika melihat kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Limapuluh Kota, Alfian, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam memadamkan kebakaran itu karena mobil sulit mencapai lokasi sehingga selang air tidak dapat menjangkau lahan yang terbakar. Pihaknya hanya memantau api meluas ke pemukiman penduduk.
“Untuk memadamkan kebakaran di bukit tersebut dibutuhkan pompa air dari UPTD KPHL Limapuluh Kota Dinas Kehutanan Sumbar,” ucapnya.