Kabarminang – Sosok Djon Afriandi, putra kelahiran Payakumbuh kini resmi memimpin salah satu pasukan elite militer Indonesia.
Mayjen Djon Afriandi ditunjuk sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) TNI AD, posisi yang menjadi impian banyak prajurit. Kini pangkat di pundaknya bertambah menjadi tiga, alias Letnan Jenderal (Letjen) TNI.
Dia dilantik dan dikukuhkan bersama dua panglima pasukan elite lainnya, yakni Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, dan Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkopasgat) Marsda TNI Deny MuisĀ pada upacara Gelar Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung pada Minggu 10 Agustus 2025.
Profil Djon Afriandi
Dihimpun dari berbagai sumber, Djon merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1995 dan peraih Adhi Makayasa di tahun tersebut. Jabatan terakhirnya adalah Danjen Kopassus.
Djon Afriandi lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat pada 14 Juni 1972. Dia memiliki orang tua yang berasal dari kalangan militer. Ayahnya adalah seorang purnawirawan jenderal TNI AD, yakni Mayjen (Purn) Afifudin Thaib.
Karir Djon cukup mentereng. Dia telah banyak berdinas di Korps Baret Merah sejak awal karir. Tercatat, dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus (1997), Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus (1998), Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002), Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus (2007), Pabandya Ops Kopassus (2009), hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus (2010-2011).
Pada 2013, Djon naik pangkat menjadi letnan kolonel dan menjabat sebagai Wadan Grup A Paspampres (2013-2016) dan Asops Danjen Kopassus (2014-2016).