Bhabinkamtibmas Nagari Kambang, Briptu Sopian Risandi, mengatakan bahwa kakak F mencarinya karena F tidak menjawab panggilan telepon sejak semalam. Karena itu, kakaknya pergi menemui F di rumah tempat F menginap.
Sopian mengatakan bahwa sesampainya di rumah itu, sang kakak memanggil F, tetapi tidak ada jawaban. Ketika kakaknya membuka pintu rumah, kata Sopian, pintu tersebut terkunci dari dalam. Lalu, kakaknya mendobrak pintu untuk mencari tahu apa yang terjadi dan menemukan F tergantung pada seutas tali di gudang dalam keadaan tidak bernyawa.
“F dan keluarganya tinggal di Kampung Sumbaru, Nagari Kambang. F disuruh untuk menghuni rumah kerabatnya beberapa hari karena kerabatnya tersebut pergi ke Padang. F disuruh menginap di sana untuk memberikan makan untuk kucing,” ujar Sopian.
Sopian mendapatkan informasi dari keluarga F bahwa F tidak ada masalah dengan keluarganya atau dengan orang lain. Keluarga F, kata Sopian, tidak mengetahui penyebab yang membuat F mengakhiri hidup dengan cara tragis seperti itu.
“Korban sudah lulus kuliah dan sempat bekerja, tetapi berhenti. Menurut informasi yang saya dapatkan, sehari-hari dia tidak bekerja. Hanya tiap Kamis dia jadi tukang parkir di Balai Kamih, dekat rumahnya,” ucapnya.
Kasus ketiga terjadi pada 20 Juni 2025 di Kampung Limau Sundai Taratak Paneh, Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir. Pria berinsial D (72) ditemukan tewas tergantung di pohon rambutan di samping rumahnya pukul 14.15 WIB. Wali Nagari Pelangai Gadang, Toni Nasrianto, mengatakan bahwa D ditemukan tewas tergantung oleh tetangganya, yang merupakan kerabat dari pihak ibunya.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, kata Toni, D tidak memiliki masalah dengan keluarga atau warga lain. Ia mengatakan bahwa pria itu struk ringan selama ini.
“Mungkin dia mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan penyakitnya. Tapi, belum diketahui pasti penyebabnya bunuh diri,” ucap Toni.
















