Dalam kunjungannya ke Kecamatan Dayun, Herry dan Agus Hadi Waluyo juga mengecek langsung kondisi penanganan Karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan yang digunakan dalam proses pemadaman dan pendinginan, khususnya di kawasan gambut.
“Saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran kita sudah minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,” ujar Herry.
Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak serta-merta menyimpulkan setiap hotspot atau titik panas sebagai kebakaran aktif. Setiap temuan harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan atau ground check untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Menurut Herry, langkah cepat menjadi faktor penting dalam menghadapi Karhutla yang kondisinya dapat berubah dalam waktu singkat. Aparat tidak boleh menunggu hingga api membesar sebelum melakukan tindakan.
“Kondisi Karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pemadamannya tuntas,” katanya.
anganan Karhutla di Riau kini berjalan dalam dua jalur sekaligus, yakni mencegah dan memadamkan kebakaran di lapangan serta menelusuri unsur pidana di balik setiap kasus yang ditemukan. Dengan 44 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, aparat berharap penegakan hukum dapat menjadi peringatan keras agar pembakaran lahan tidak lagi dianggap sebagai cara mudah membuka atau mengelola kawasan.
















