Mulyadi mengatakan bahwa pembangunan kekuatan partai harus dilakukan dari bawah dengan memperkuat kader, struktur organisasi, komunikasi dengan masyarakat, dan kepercayaan publik.
Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak hanya ingin menjadi peserta dalam proses demokrasi, tetapi juga berupaya memenangkan hati rakyat dan Pemilu 2029.
“Artinya, kita tidak sekadar menjadi peserta demokrasi. Kita hadir untuk memenangkan hati rakyat, memenangkan pemilu, dan memenangkan masa depan Sumatera Barat serta Indonesia,” ucapnya.
Mulyadi juga menyoroti perubahan politik yang berlangsung cepat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah perilaku masyarakat serta membentuk opini publik dalam waktu singkat.
Ia menilai bahwa dinamika politik ke depan akan semakin terbuka, dinamis, dan penuh tantangan. Karena itu, konsolidasi internal dinilai penting untuk menjaga soliditas partai.
“Dalam politik tidak ada yang pasti, perubahan terus terjadi,” katanya.
Mulyadi juga mengingatkan para kader agar mewaspadai upaya yang dinilainya tidak etis dalam dinamika politik, termasuk adanya kader yang disebut mendapat ajakan untuk berpindah partai.
“Maka dari itu saya minta seluruh kader agar waspada terhadap berbagai perubahan yang tidak etis ini,” ujarnya.














