Ia mengatakan, petugas kesehatan juga diterjunkan untuk memantau kondisi warga di lokasi-lokasi tersebut.
“Dari sisi kesehatan, kami terus melakukan pemantauan di lokasi pengungsian. Kalau ada masyarakat yang mengalami keluhan, kami upayakan segera mendapatkan penanganan,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok menyiapkan dua posko kesehatan, masing-masing di Kantor Bupati Solok dan RSUD Arosuka.
Eka menegaskan, pelayanan tidak hanya ditujukan bagi warga yang mengalami cedera atau keluhan kesehatan, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi masyarakat secara keseluruhan selama penanganan pascabencana.
Selain menangani warga yang telah mengalami keluhan kesehatan, Dinas Kesehatan juga mulai mengantisipasi potensi munculnya penyakit setelah banjir.
“Kami masih terus melakukan pemantauan. Apabila ada masyarakat yang sakit, kami berharap bisa segera ditemukan dan ditangani sehingga tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas,” imbuhnya.






















