Kabarminang — Sebanyak 31 korban banjir bandang atau galodo di Jalan Padang–Bukittinggi, tepatnya di kawasan Jembatan Kembar, Padang Panjang, hingga kini belum ditemukan, Jumat (19/12/2025).
“Hingga saat ini 31 korban belum ditemukan. Dari total itu, 16 korban asal Padang Panjang dan selebihnya berasal dari luar Padang Panjang,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD dan Kesbangpol Padang Panjang, Nofi Yanti, kepada Sumbarkita.
Ia menyebut proses pencarian dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan faktor alam.
“Pencarian dilakukan setiap hari, namun memang terkendala kondisi medan dan faktor alam, terutama jika debit air meningkat atau arus sungai menjadi deras,” katanya.
Selain itu, tim gabungan telah memperluas area pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Batang Anai di Padang Pariaman, mengikuti arah arus yang kemungkinan membawa korban ke hilir.
“Pencarian dilanjutkan dengan menyisir sepanjang aliran Sungai Batang Anai karena sebelumnya memang ditemukan beberapa korban di sana,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data per 19 Desember 2025 dari Posko Tanggap Darurat Kota Padang Panjang, sebanyak 43 jenazah telah teridentifikasi. Berikut nama-namanya.
Warga Non–Padang Panjang (18 orang)
















