Adapun usia korban kecelakaan pada 2025 paling banyak dialami oleh korban usia 16 hingga 30. Ia menyebut bahwa jumlah kecelakaan yang korbannya pada rentang usia itu 2.321 orang.
Dari sisi kendaraan, Reza menginformasikan bahwa kendaraan yang kecelakaan di Sumbar pada 2025 didominasi oleh sepeda motor, yaitu 4.462 kendaraan. Sementara itu, katanya, kendaraan lainnya yang kecelakaan ialah mobil penumpang (709 kendaraan), mobil barang (548 kendaraan), bus (35 kendaraan), dan kendaraan khusus (20 kendaraan).
Perihal status jalan sebagai lokasi kecelakaan, Reza menyebut bahwa pada 2025 kecelakaan di Sumbar paling sering terjadi di jalan kabupaten dan jalan kota, yaitu 1.382 kejadian. Setelah itu, katanya, jalan nasional menjadi lokasi paling sering kedua sebagai tempat kecelakaan, yaitu 1.292 kejadian.
Adapun soal faktor penyebab terjadinya kecelakaan di Sumbar pada 2025, Reza mengatakan bahwa faktor terbanyak ialah faktor pengemudi. Ia menyebut bahwa terdapat 2.285 kecelakaan akibat kelengahan pengemudi saat berkendara, dan 595 kecelakaan akibat pengendara yang tidak tertib saat berkendara.
“Faktor kedua terbanyak adalah faktor kendaraan. Terdapat 88 kecelakaan akibat rem tidak berfungsi, dan 78 kecelakaan akibat kemudi kurang baik,” ucap Reza.
Faktor jalan menjadi faktor ketiga penyebab terjadinya kecelakaan di Sumbar pada 2025. Ia mengatakan bahwa terdapat 125 kecelakaan akibat jalan licin, dan 53 kecelakaan akibat kurangnya penerangan jalan.
Upaya menekan angka kecelakaan
Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada 2025, Reza mengatakan bahwa Ditlantas Polda Sumbar bersama Satlantas Polres di kabupaten dan kota melakukan berbagai upaya. Pertama, melakukan lima operasi lalu lintas, yaitu: Operasi Keselamatan Singgalang, Operasi Patuh Singgalang, Operasi Zebra Singgalang, Operasi Ketupat Singgalang, dan Operasi Lilin Singgalang. Kedua, melaksanakan sosialisasi dan imbauan berkeselamatan lalu lintas kepada masyarakat, baik pada kalangan anak-anak maupun dewasa. Ketiga, menyelenggarakan pengaturan dan patroli rutin di seluruh Sumbar pada jam-jam rawan kemacetatan dan kecelakaan. Keempat, membentukan tim urai kemacetan di Sitinjau Lauik dan Lembah Anai, serta menempatkan posko tim urai kemacetan di Sitinjau Lauik
“Kami juga memasang spanduk-spanduk imbauan di lokasi-lokasi rawan kecelakaan; melakasanakan rampcheck secara berkala kepada pemilik kendaraan angkutan umum; melaksanakan penindakan menggunakan E-TLE statis dan mobile terhadap pelanggar lalu lintas,” tutur Reza.
















