Wakil Komandan Batalion (Wandanyon) B Pelopor Padang Panjang, AKP Andesrinto, mengatakan bahwa operasi pencarian hari ini kembali digelar secara masif. Tim dibagi ke dalam tiga regu dan disebar ke sejumlah titik rawan di sepanjang aliran Batang Anai.
“Hari ini kami kembali menemukan satu jenazah di sekitar gapura batas Kota Padang Pariaman dan Tanah Datar, korban ini diduga korban bencana banjir bandang di Padang Panjang. Fokus penyisiran kami dari Jembatan Kembar hingga Masjid Hidayah Lembah Anai,” ujarnya, Senin (1/12).
Jenazah yang ditemukan langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
AKP Andesrinto mengakui medan pencarian yang berat masih menjadi tantangan besar bagi petugas di lapangan. Banyak titik sungai yang tertutup endapan lumpur dan kayu gelondongan, sementara akses menuju lokasi juga tidak sepenuhnya dapat dijangkau tanpa alat berat, yang jumlahnya masih terbatas.
“Selain medan berat, kurangnya alat dan personel menjadi kendala utama. Tapi kami tetap memaksimalkan upaya pencarian agar seluruh korban dapat ditemukan secepat mungkin,” tegasnya.
Hingga hari ini, puluhan personel gabungan dari berbagai unsur SAR, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat masih terus bekerja tanpa henti, berharap setiap penyisiran membawa hasil baru demi memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di aliran sungai.
















