Proses pembuatan patung melibatkan Cak Suwari, arsitek lokal yang juga warga setempat. Patung dibuat dari campuran besi dan semen dengan waktu pengerjaan sekitar 18 hari. Menurut Suwari, desain patung sengaja dibuat dengan ekspresi ramah dan bersahabat agar tidak menimbulkan kesan menakutkan, terutama bagi anak-anak.
Safi’i mengakui hasil visual patung memang jauh dari rancangan awal. Ia bersama warga berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar bentuk patung ke depan lebih merepresentasikan sosok macan. Meski begitu, ia menyebut patung tersebut justru sangat disukai masyarakat.
“Beberapa kali warga desa dan dari luar desa berhenti di depan patung untuk berfoto bersama,” ungkapnya.















