Kabarminang – Indonesia tengah diguncang gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah, menyusul insiden tragis meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan.
Affan tewas terlindas kendaraan taktis Baraccuda milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (28/8). Peristiwa ini sontak memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil, yang menilai aparat penegak hukum tidak menunjukkan tanggung jawab serta keadilan atas kejadian tersebut.
Di tengah suasana duka, publik semakin tersulut emosi setelah sebuah unggahan dari akun TikTok milik oknum anggota Polda Sumbar bernama Thayadip Ramadhan viral di media sosial.
Dalam komentarnya, Adip menuliskan: “Ngapain tanggung jawab pak, dia gak kelindas kok, dia juga yang salah.” Ungkapan tersebut dianggap tidak berempati dan menyalahkan korban, sehingga menuai kritik tajam dari warganet.
Setelah mendapat tekanan publik, Adip akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam sebuah video yang diunggah akun @matarakyatsumbar pada Sabtu (30/8). Dalam pernyataannya, ia menyatakan penyesalan atas komentarnya dan turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan.
“Saya Bripda Thayadip Ramadhan ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan saya yang telah mengomentari postingan salah satu akun TikTok tentang kejadian driver ojol yang meninggal ditabrak mobil Brimob. Saya ikut berduka cita atas kejadian tersebut. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan korban diterima di sisi Allah SWT,” ujar Adip.
Diketahui, gelombang aksi demonstrasi masih terus berlangsung di sejumlah kota besar hingga Sabtu (30/8), dengan tuntutan utama agar aparat bertanggung jawab atas kematian Affan serta meminta reformasi dalam penanganan unjuk rasa dan tindakan aparat di lapangan.