Ia menyebut, selama bertahun-tahun menjalani dua profesi sekaligus, pada siang hari ia bekerja sebagai dokter, sedangkan di luar jam kerja ia mengurus Warung Anisah bersama istrinya. Hingga akhirnya pada 2017, ia memutuskan mengundurkan diri dari rumah sakit dan sepenuhnya fokus mengembangkan usaha kuliner.
Meski telah menetap lebih lama di Belanda dan berhasil membangun usaha yang berkembang, Irman mengaku tidak pernah berniat menetap selamanya di negeri tersebut.
“Seenak dan sesukses apa pun hidup di Belanda, saya tetap ingin pulang. Kalau sudah waktunya pensiun, saya ingin kembali ke Indonesia dan tinggal di kampung halaman saya di Pasaman,” katanya.
Irman juga berpesan kepada generasi muda Indonesia agar tidak takut bermimpi besar.
“Jangan pernah berpikir hanya orang yang punya uang yang bisa mengejar mimpi ke luar negeri. Semua orang punya kesempatan yang sama. Yang penting berani mencoba, mau berusaha, terus belajar, jangan mudah menyerah, dan tetap bertawakal kepada Allah. Insyaallah akan selalu ada jalan,” imbuhnya.















