Kabarminang — Ayah dan abang dari mahasiswa yang gantung diri tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Padang pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Keduanya tak kuasa menahan air mata saat tiba di rumah sakit.
Berdasarkan pantauan Kabarminang.com di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, suasana duka terlihat saat keluarga korban tiba di lokasi. Sejumlah kerabat yang menyambut kedatangan orang tua dan abang korban tampak menanyakan kondisi korban. Mendengar hal tersebut, pihak keluarga terlihat menangis dan termenung.
Salah seorang kerabat yang berada di dekat orang tua korban meminta agar tidak bertanya dulu mengingat kondisi keluarga yang masih terpukul atas kabar tersebut.
“Jangan ditanya-tanya dulu. Kondisi ayah dan abangnya sedang terpukul,” ujar kerabat tersebut.
Sejumlah kerabat dan teman korban yang berada di Padang tampak menunggu di ruang tunggu untuk proses pengambilan jenazah.
Sementara itu, salah satu tetangga korban di kampung halamannya, Bima Adistian (21 tahun), mengatakan bahwa korban tidak berasal dari Dharmasraya sebagaimana informasi yang beredar. Ia menyebut bahwa korban merupakan warga Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Solok Selatan.
Bima menjelaskan bahwa informasi awal yang beredar di media sosial sempat membuat pihak keluarga dan rekan korban kebingungan lantaran korban disebut berasal dari daerah lain. Ia memastikan mengenal korban secara langsung karena merupakan teman sekolah sekaligus tetangga sekampung.
“Perihal diketahui secara pasti bahwa korban itu warga solok selatan karena melihat ada postingan vidio yang terlihat wajah korban di media sosial, selain itu juga mendapatkan informasi tersebar krs korban, sehingga semakin yakin itu tetangganya,” tuturnya di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.













