Meskipun merugi secara material, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh penghuni rumah berhasil keluar dan menyelamatkan diri saat kobaran api mulai membesar.
“Seluruh korban selamat dan tidak ada luka-luka. Namun, harta benda dan dokumen penting milik korban tidak ada yang bisa diselamatkan,” kata Syahwiyal menegaskan kondisi para penghuni rumah.
Syahwiyal mengungkapkan keprihatinannya terkait ketiadaan armada dan pos penanggulangan bencana di wilayahnya. Ia menilai penanganan kebakaran seharusnya bisa lebih cepat jika terdapat armada resmi yang siaga di area kecamatan.
Ia mengatakan, pihak Kecamatan Pantai Cermin sebenarnya telah mengajukan usulan pembentukan posko pemadam kebakaran secara resmi sebanyak tiga kali. Namun, hingga musibah ini terjadi, permohonan tersebut belum juga direalisasikan oleh pemerintah daerah.
“Kami sudah tiga kali mengajukan usulan penempatan posko damkar di kecamatan ini karena keberadaannya sangat krusial. Harapan kami usulan ini segera ditindaklanjuti agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat,” tutur Syahwiyal penuh harap.
Saat ini para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat untuk sementara waktu. Pemerintah setempat sedang berkoordinasi guna menyalurkan bantuan darurat yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak.
















