Kedua siswa tersebut yakni Cacha Dwi Hariwati, 15 tahun, siswi kelas IX.3, dan Luthfiyah Latisya, 14 tahun, siswi kelas VIII.2.
Cacha mengalami sesak, denyut nadi lemah, tekanan darah rendah, serta mual dan muntah. Sementara Luthfiyah mengalami sesak serta denyut nadi dan jantung lemah.
“Keduanya dirujuk ke M Djamil karena kondisinya,” ujar Rudy.
Selain dua siswa tersebut, Aulya Zul Fadilah, siswi kelas VIII.7, masih dirawat di RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman. Aulya mengalami sesak, mual dan sakit perut. Sementara Fajar Maulana, siswa kelas VII.3, juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan
Keluhan kesehatan tersebut muncul sekitar satu jam setelah siswa mengonsumsi menu MBG berupa ayam goreng dengan saus lada hitam pada Senin (14/9/2026).
Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, sebelumnya mengatakan sekitar 400 siswa telah mengonsumsi menu tersebut. Para siswa yang mengalami keluhan awalnya mendapatkan penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sebagian kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tarmizi mengatakan MTsN 1 Kota Pariaman telah menerima program MBG selama sekitar enam bulan. Program tersebut diperuntukkan bagi sekitar 800 siswa dengan makanan yang berasal dari dapur SPPG Yayasan Duta Cahaya Bangsa.
Pemko Pariaman kemudian menghentikan sementara pelaksanaan MBG hingga proses investigasi selesai. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.



















