Rafkiman mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi salah satu pertimbangan keluarga dalam menentukan langkah berikutnya.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi. Setelah hasilnya keluar, kami bersama orangtua korban lainnya akan mempertimbangkan langkah hukum,” katanya.
123 Siswa Alami Keluhan
Sebelumnya, keracunan makanan MBG di MTsN 1 Pauh, Kota Pariaman, menyebabkan 123 siswa mendapatkan penanganan medis setelah mengonsumsi makanan MBG pada Senin (14/9/2026).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi, mengatakan dari 123 siswa tersebut, sebanyak 65 orang dibawa ke RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, sedangkan 58 siswa lainnya mendapat penanganan di RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, muntah, gatal-gatal hingga sesak napas. Sejumlah siswa juga sempat mendapat penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Siswa tersebut sudah berada di IGD. Tapi karena keterbatasan ruangan kita larikan ke RSUD Dr. Sadikin Kota Pariaman. Agar siswa ini cepat ditangani,” ungkap Rudy.
Sebagian siswa yang kondisinya mulai membaik telah diperbolehkan pulang dan dijemput orangtua masing-masing.Namun, sejumlah siswa masih menjalani perawatan. Dua di antaranya dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
“Yang dirujuk ada dua orang ke M Djamil Padang,” kata Rudy kepada Sumbarkita, Rabu (16/9/2026).



















