Perjalanan menghafal Al-Qur’an juga diwarnai berbagai tantangan. Caca mengaku hampir setiap hari mengalami sakit selama berada di pondok, kondisi yang berbeda dibandingkan ketika ia berada di rumah.
“Di pondok hampir setiap hari Caca sakit, padahal sebelumnya jarang sakit di rumah,” katanya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikannya mengejar target hafalan. Caca mulai menghafal pada Oktober 2025 dan menyelesaikan seluruh hafalan 30 juz pada Juni 2026. Dengan demikian, ia membutuhkan waktu sekitar delapan bulan untuk menuntaskan hafalannya.
Lulus Tasmi’ Lima Juz Sekali Duduk
Setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, perjuangan Caca belum selesai. Sebelum mengikuti wisuda, ia masih harus menjalani tes tasmi’ lima juz dalam sekali duduk.
“Walaupun Caca sudah selesai hafalan 30 juz, tapi tetap dites tasmi’ lima juz sebelum diwisuda, sekali duduk. Caca bisa menyelesaikannya dan sekarang memiliki syahadah,” katanya.
Caca kemudian mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz pada Minggu (30/8/2026). Dalam kegiatan tersebut hadir Ustadzah Oki Setiana Dewi. Sejumlah syekh dari Palestina turut hadir, di antaranya Syekh Muhammad Fayez Al-Ghoul, Syekh Mahmoud M. Ismail, dan Syekh Abdelhakim Walid Hasan.
Hadir pula sejumlah syekh dari Timur Tengah, yakni Syekh Mishary Rashid Alafasy dari Kuwait, Syekh Mahmod bin Abdul Aziz Az-Syed ‘Ads dari Mesir, Syekh Dr. Ahmad Hassan dari Mesir, serta Syekh Ahmed Musthofa Subkhi dari Mesir. Sejumlah artis juga hadir dalam kegiatan tersebut, meski Caca mengaku tidak mengetahui seluruh nama mereka.
Bagi Caca, keberhasilannya menyelesaikan hafalan 30 juz masih terasa sulit dipercaya.
“Caca merasa sangat bersyukur dan sampai sekarang masih merasa nggak percaya karena bisa menyelesaikan hafalan 30 juz,” katanya.
Masih Mengabdi Setahun di Pesantren
Meski telah mengikuti wisuda, Caca belum langsung meninggalkan pesantren. Ia masih diwajibkan menjalani masa pengabdian selama satu tahun. Caca telah menerima syahadah, sedangkan sertifikat asli masih berada di pesantren pusat. Sertifikat tersebut baru dapat diambil setelah ia menyelesaikan masa pengabdian selama satu tahun.
“Hal ini agar membiasakan setiap wisudawan tahfidz 30 juz beradaptasi dan tetap istiqamah menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an, hafalan 30 juznya,” ujarnya.
Kewajiban pengabdian tersebut menjadi bagian dari pola pendidikan di Maskanul Huffadz yang memberikan kesempatan kepada lulusan untuk mengabdi setelah menyelesaikan program tahfidz. Setelah menyelesaikan pengabdian selama satu tahun, Caca berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia bercita-cita melanjutkan kuliah di Timur Tengah.
Keinginan tersebut mendapat dukungan dari keluarga. Namun, hingga kini Caca dan keluarganya belum mengetahui sumber biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Meski begitu, Caca memilih untuk tetap optimistis. Ia percaya akan selalu ada jalan bagi orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Caca ingin lanjut kuliah, tapi sebelumnya Caca ingin menyelesaikan pengabdian selama satu tahun itu. Caca ingin kuliah di Timur Tengah dan Alhamdulillah didukung keluarga. Meskipun Caca dan keluarga belum tahu dari mana uangnya, tapi Caca percaya orang-orang yang ingin mendekat kepada Allah, menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an pasti selalu ada jalan dikasih sama Allah,” katanya.
















