Sebagai solusi, Pemda Padang Pariaman bersama Polres Padang Pariaman akhirnya memasang tiga tenda darurat di halaman sekolah. Tenda-tenda tersebut kini berfungsi sebagai ruang kelas sementara sekaligus lokasi ujian.
Semangat Siswa di Tengah Keterbatasan
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman, antusiasme siswa tetap tinggi. Sejak pagi, mereka datang lebih awal membantu menata meja ujian dan merapikan tenda bersama para guru.
“Semangat anak-anak luar biasa. Mereka bilang yang penting bisa ujian, meskipun di tenda,” ungkap Lisa.
Namun situasi darurat ini bukan tanpa risiko. Tanah yang masih basah dan hembusan angin kencang membuat guru harus terus waspada.
“Setiap kali angin besar, kami selalu mengecek kembali pengikat tenda. Keamanan anak-anak menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Harapan Sekolah Permanen Kembali Dibangun
Pelaksanaan ujian di tenda darurat ini juga dipantau langsung oleh Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, yang meninjau kondisi lokasi dan memastikan keamanan siswa. Kehadiran tersebut disebut memberi dukungan moral bagi guru dan murid.
“Kami senang karena Wakil Bupati datang melihat langsung. Anak-anak merasa diperhatikan, itu sangat berarti bagi kami,” kata Lisa.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan sekolah baru, agar proses belajar mengajar tidak berlangsung terlalu lama dalam kondisi darurat.
“Anak-anak butuh ruang belajar yang aman dan layak. Kami tidak ingin mereka terlalu lama belajar di tenda seperti ini,” tutupnya.
















