“Saya senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut, daripada hanya duduk di rumah,” ujarnya.
Masnimar mengatakan kegiatan tersebut membuat dirinya lebih bersemangat. Bahkan, ia mengaku kerap berusaha datang lebih awal sebelum waktu kegiatan dimulai.
Saat ini, peserta Sekolah Lansia Sepakat Angkatan II terdiri dari dua laki-laki dan 18 perempuan. Menurut Masnimar, suasana selama kegiatan berlangsung akrab dan menyenangkan karena peserta dapat bersosialisasi sekaligus mengikuti aktivitas yang berbeda setiap pekan.
Ia juga ikut membantu mengoordinasikan peserta lain dengan menyampaikan informasi mengenai jadwal dan kegiatan sekolah lansia kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.
“Tidak monoton, karena selalu ada kegiatan. Kadang kami diajak naik odong-odong ke tempat yang sesuai dengan tema pembelajaran, seperti ke perpustakaan daerah. Jadi kegiatan ini memang asyik dan membuat kami happy,” katanya.
Masnimar menyebut pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di mushala. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta juga akan menampilkan yel-yel sebagai bagian dari aktivitas bersama.
Untuk menuju lokasi kegiatan, peserta biasanya menggunakan transportasi daring dengan biaya yang ditanggung secara patungan.
“Untuk menuju lokasi kegiatan, kami biasanya menggunakan jasa transportasi online dengan biaya kami patungan,” ujarnya.
Bagi Masnimar, Sekolah Lansia Sepakat bukan sekadar tempat belajar. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, bertemu teman sebaya, dan menjaga semangat menjalani masa pensiun.





















