“Tujuannya supaya para lansia tidak jenuh, tetap punya gairah beraktivitas, bisa bersosialisasi, dan tidak mengalami kondisi psikis yang justru memperburuk keadaan mereka,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran melibatkan guru dan fasilitator dari berbagai unsur, di antaranya Dinas Sosial, kader PKK, puskesmas, dan para dai. Materi diberikan sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing.
“Gurunya ada dari Dinas Sosial, PKK, puskesmas, dan para dai. Pelajarannya setiap minggu berubah, ada pendidikan agama, bersosialisasi, senam untuk meningkatkan daya ingat, outbond, dan kegiatan lainnya,” jelas Haikal.
Sekolah Lansia Sepakat mengusung konsep SMART yang merupakan singkatan dari Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Konsep tersebut menjadi landasan agar para lansia tetap menjaga kesehatan, mampu beraktivitas secara mandiri, serta tetap berperan dalam lingkungan sosial.
Program tersebut juga menerapkan tujuh dimensi lansia tangguh yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menyentuh kesehatan fisik, tetapi juga aspek sosial, mental, spiritual, dan kemandirian.
Di Kelurahan Ganting, kegiatan ini turut difasilitasi Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Ronald Amriza selaku pembina wilayah Kelurahan Ganting.
Haikal berharap pelaksanaan Sekolah Lansia Sepakat selama 12 minggu dapat memberikan manfaat bagi peserta, terutama dalam menjaga semangat hidup, memperluas silaturahmi, serta meningkatkan kualitas kehidupan para lansia.
Salah seorang peserta, Masnimar (68), pensiunan guru yang berdomisili di RT Tanjung, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sekolah lansia memberikan suasana berbeda karena peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga diajak melakukan berbagai aktivitas.





















