Kabarminang — Sejumah pemuda baku hantam di atas Jembatan Asik, Jorong 5 Curanting, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao, Pasaman, Sumatera Barat, pada Selasa (18/8/2026) sore.
Wali Nagari Lubuak Layang, Muhammad Uldi, menyampaikan informasi tentang insiden tersebut setelah menggali cerita peristiwa itu dari warga di tempat kejadian perkara.
”Waktu saya tiba di lokasi, massa sudah membubarkan diri. Informasi dari masyarakat, peristiwa itu berawal dari kegiatan anak-anak muda setelah pulang dari acara pawai peringatan HUT ke-81 RI di Pasar Rao,” ujar Uldi kepada Sumbarkita Rabu (19/8/2026) malam.
Setelah mengikuti pawai, kata Uldi, rombongan pemuda tersebut memilih berkumpul di atas jembatan sambil membunyikan mainan tembakan kaleng atau badia-badia kaleng. Dentuman keras dari mainan kaleng tersebut rupanya memicu ketidaknyamanan bagi sejumlah pengendara yang sedang melintas di area jembatan.
Perselisihan mulai memanas saat dua orang pemuda yang diduga pekerja koperasi melintasi jembatan dan merasa terganggu oleh suara bising tersebut.
”Dua pemuda koperasi yang lewat merasa terganggu dengan suara tembakan kaleng yang cukup keras. Lalu, terjadi teguran berujung adu mulut hingga muncul tantangan,” kata Uldi.
Tantangan tersebut, kata Uldi, langsung direspons oleh kelompok pemuda di jembatan yang berasal dari gabungan beberapa wilayah, seperti Curanting, Langsat Kadar, hingga Tapus. Situasi yang tidak terkendali memicu bentrokan fisik di atas jembatan hingga rekaman videonya menyebar luas di media sosial.
Uldi mengatakan bahwa warga setempat yang berada di lokasi segera melerai perkelahian tersebut sebelum situasi membesar dan meluas ke kelompok lain.














