“Bantuan sudah disetop. Sekarang sangat susah. Jelang Lebaran ini rasanya tidak ada Lebaran bagi kami,” ucap Rena.
Menurutnya, puluhan warga di kawasan itu berada dalam kondisi serupa. Tanpa sawah, tanpa pekerjaan tetap, dan tanpa kepastian bantuan, mereka hanya bisa pasrah sambil berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli.
Ramadan yang seharusnya menjadi bulan penuh berkah justru berubah menjadi ujian berat bagi warga Korong Sipinang Sipisang. Di tengah keterbatasan, mereka mencoba bertahan dengan pekerjaan serabutan, mengandalkan ojek, dan berharap ada uluran tangan yang datang sebelum Hari Raya tiba.
Bencana mungkin telah berlalu, namun dampaknya masih nyata terasa. Sawah yang hilang bukan sekadar lahan pertanian, melainkan sumber kehidupan yang kini tinggal kenangan.
















