Kabarminang – Sampah dari Kota Bukittinggi diketahui dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Aktivitas pembuangan sampah lintas daerah tersebut memicu penolakan warga Kelurahan Balai Gadang dan terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi, Aldiasnur, membenarkan bahwa sampah dari Bukittinggi dibuang ke TPA Aie Dingin, Kota Padang. Ia mengatakan penolakan warga diduga dipicu oleh kesalahpahaman terkait waktu dan regulasi pembuangan sampah.
“Karena itu kami mengajukan permohonan kelonggaran kepada pemerintah provinsi untuk melintas di Lembah Anai,” kata Aldiasnur kepada Sumbarkita, Selasa (3/2/2026).
Menurut Aldiasnur, truk pengangkut sampah dari Bukittinggi menggunakan kendaraan roda enam. Sementara itu, jalur Lembah Anai pada waktu normal hanya diperbolehkan dilalui kendaraan roda empat. Atas dasar tersebut, pemerintah provinsi memberikan kelonggaran waktu melintas mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Kebijakan itu berdampak pada waktu pembuangan sampah di TPA Aie Dingin yang dilakukan pada dini hari. Dalam satu hari, volume sampah yang diangkut dari Bukittinggi ke Kota Padang mencapai sekitar 80 ton.
Selain persoalan waktu pembuangan, Aldiasnur mengungkapkan bahwa sopir truk hanya membawa surat kerja sama pembuangan sampah yang secara administratif berlaku hingga Desember 2024. Namun, regulasi kerja sama lanjutan telah diatur kembali oleh pemerintah daerah terkait.
“Di sini mungkin terjadinya miskomunikasi antara petugas dengan warga karena belum mengetahui regulasi kerja sama lanjutan pembuangan sampah. Padahal kita sudah menyepakati bahwa Pemda Kota Padang membolehkan sampah dari Bukittinggi dibuang di TPA Kota Padang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembuangan sampah dari Bukittinggi ke TPA Aie Dingin telah dilakukan sejak akhir 2023 setelah longsor melanda TPA Regional Payakumbuh. Saat ini, Pemerintah Kota Bukittinggi juga mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Payakumbuh sebagai solusi pengelolaan sampah regional ke depan.
















