Menurut dia, nilai tersebut merupakan anggaran bersih setelah alokasi awal Rp6,1 miliar dikurangi biaya pembinaan organisasi sebesar Rp400 juta.
Kondisi tersebut membuat KONI Padang Pariaman mengambil langkah pembiayaan sementara secara mandiri agar persiapan dan keberangkatan atlet tetap berjalan.
“Untuk operasional awal kami gunakan dana talangan terlebih dahulu, nanti akan diganti setelah anggaran resmi cair,” terang Asmadi.
Keterbatasan anggaran dan waktu persiapan juga membuat kontingen tidak melakukan pengadaan seragam baru. Para atlet dan pengurus akan menggunakan pakaian yang tersedia untuk mengikuti Porprov.
Asmadi mengatakan mekanisme pencairan anggaran nantinya akan dilakukan dengan transfer langsung ke rekening pengurus cabang olahraga serta rekening pribadi atlet melalui Bank Nagari. Menurut dia, mekanisme tersebut ditempuh untuk menjaga transparansi sekaligus menghindari persoalan hukum dalam penggunaan anggaran.
Meski menghadapi keterbatasan pembiayaan, Asmadi mengatakan Padang Pariaman tetap memasang target tinggi. Kontingen tersebut membidik posisi runner-up dan akan berupaya memberikan perlawanan kepada kontingen Kota Padang.
Porprov Digelar di 12 Daerah
Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Ajang tersebut menggunakan pola penyelenggaraan bersama atau joint host dengan melibatkan sejumlah kabupaten dan kota sebagai lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan pola tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran. Porprov tahun ini mendapat alokasi sekitar Rp12 miliar dari APBD Sumbar, jauh lebih kecil dibandingkan anggaran penyelenggaraan Porprov 2018 yang mencapai sekitar Rp46 miliar.


















