Kabarminang – Seorang prajurit TNI Angkatan Laut asal Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Serda Ade Ardiyan Rahmadana (23), dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan orientasi di kapal perang KRI Kujang-642, wilayah kerja Koarmada I.
Berdasarkan laporan pemeriksaan internal yang diperoleh Sumbarkita, korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat malam, 27 Februari 2026, pukul 21.11 WIB, setelah tiba dalam kondisi tidak sadarkan diri di Balai Kesehatan Fasharkan Mentigi.
Dokter yang menangani menyatakan korban mengalami henti napas dan henti jantung saat tiba di fasilitas kesehatan dan dinyatakan Death on Arrival (DOA).
Sebelumnya, korban diketahui mengikuti rangkaian kegiatan orientasi anggota baru di lingkungan kapal sejak berdinas setelah menamatkan pendidikan pada tahun 2024.
Keluarga Terima Informasi dari Media Sosial
Pihak keluarga mengaku tidak langsung memperoleh informasi resmi terkait meninggalnya korban dari kesatuan.
Paman korban, Bujang Juarman, mengatakan keluarga justru pertama kali mengetahui kabar duka tersebut dari media sosial.
“Kami tahu dari sosial media dulu. Setelah itu baru mencari kebenaran. Sekitar jam lima pagi baru kami mendapat kontak dari pihak kesatuan,” ujarnya kepada Sumbarkita, Sabtu (28/2) usai pemakaman korban.
Menurut keluarga, korban sebelumnya disebut masih menjalani masa orientasi selama bertugas di kapal.
“Setahu kami masa orientasi itu tidak sampai bertahun-tahun. Biasanya hanya beberapa hari,” katanya.
Luka Lebam Terlihat Saat Jenazah Dimandikan
Kecurigaan keluarga muncul saat proses pemandian jenazah sebelum pemakaman. Keluarga mengaku melihat sejumlah lebam pada tubuh korban.
“Bagian punggungnya lebam semua. Wajah juga biru-biru. Itu yang terlihat jelas,” kata Bujang.
















