Mesi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Petugas yang datang langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara, serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi.
Di dalam kamar korban, polisi juga menemukan sebuah catatan yang diduga ditulis oleh FDA. Dalam pesan tersebut, korban meminta agar siapa pun yang menemukan catatan itu membuka ponsel miliknya untuk melihat pesan yang ditujukan kepada keluarganya.
Korban Sedang Susun Tugas Akhir
Pihak Politeknik Negeri Padang membenarkan bahwa FDA merupakan mahasiswa Program Studi D3 Administrasi Bisnis angkatan 2023 asal Nagari Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
Kepala Sub Bagian Umum PNP, Fajri Arianto, mengatakan pihak kampus menerima informasi tersebut dari masyarakat dan langsung memastikan ke lokasi.
“Setelah kami cek ke TKP, benar bahwa yang bersangkutan adalah mahasiswa kami,” ujarnya.
Ia menyebutkan, korban saat ini tengah menyusun tugas akhir, namun baru satu kali melakukan bimbingan dengan dosen pembimbingnya. Terakhir, korban diketahui masih mengikuti perkuliahan sekitar sepekan sebelum kejadian.
Menurutnya, dalam keseharian, FDA dikenal sebagai pribadi yang tertutup, baik di lingkungan kampus maupun di tempat tinggalnya.
“Interaksinya terbatas, baik dengan dosen maupun teman-temannya. Di kos juga demikian, jarang keluar kamar dan hanya berinteraksi seperlunya,” katanya.















