Kabarminang — Academy Alexa Bandung menjadi juara 1 nasional Piala Anak Liga Indonesia 2025 kategori usia 12 tahun. Turnamen tersebut berlangsung pada 26–28 Desember di Lapangan Mojoagung, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pesepak bola muda asal Dharmasraya, Febri Zio Dwi Putra (12), menjadi salah satu pemain kunci yang membawa akademi tersebut menjadi juara pada turnamen nasional itu. Ia juga merupakan satu-satunya pesepak bola asal Sumatera Barat yang terpilih untuk memperkuat kesebelasan tersebut.
Pelatih pendamping Zio dari kesebelasan Idola City Junior, yang mendampingi Zio di Academy Alexa Bandung, Ifan Fajar Satria (32), mengatakan bahwa Academy Alexa Bandung menjadi juara 1 setelah menang melawan kesebelasan Wasaka Kalimantan pada babak final pada 28 Desember. Kesebelasan itu menang melalui adu penalti dengan skor 3–2 setelah laga berakhir imbang 0–0.
Ifan menerangkan bahwa Piala Anak Liga Indonesia 2025 diikuti oleh 24 tim seluruh Indonesia. Ia menyebut bahwa turnamen itu dibagi berdasarkan kategori usia pesebak bola dari kategori 8 tahun hingga 16 tahun. Dalam turnamen itu, katanya, Zio bermain ada kategori usia 12 tahun.
Soal performa Zio dalam Piala Anak Liga Indonesia 2025, Ifan mengatakan bahwa Zio tampil sejak fase grup hingga final tanpa pernah diganti. Ia menginformasikan bahwa siswa kelas VII MTsN Koto Baru, Dharmasraya, itu dipercaya mengisi posisi sayap atau penyerang dalam setiap pertandingan, peran yang menuntut mobilitas tinggi.
“Kepercayaan tersebut diberikan karena Zio memiliki kecepatan lari, daya jelajah luas, postur tubuh yang kuat, keberanian dalam duel, serta kemampuan menekan lawan secara konsisten,” ujar Ifan kepada Kabarminang.com pada Rabu (31/12).
Kepercayaan tersebut, kata Ifan, dibayar Zio dengan kontribusi nyata sepanjang turnamen. Ia mengatakan bahwa Zio mencatatkan empat gol, masing-masing saat menghadapi Garuda Muda Lombok, Putra Topaku, Bintang Putra Sidoarjo, dan satu gol krusial saat melawan tim asal Jawa Barat yang memastikan Academy Alexa Bandung melaju ke babak final.
“Dari awal turnamen, Zio langsung mencetak gol. Total empat gol dan hanya selisih satu dari top skorer. Itu pencapaian luar biasa untuk anak daerah,” tutur Ifan.
Selain mencetak gol, kata Ifan, Zio berperan dalam membangun serangan dengan menyumbangkan operan saat menghadapi kesebelasan Mataram, Halmahera, dan Java Bandung. Menurut Ifan, hal itu menegaskan peran Zio sebagai pemain yang bekerja untuk kepentingan tim.















