Penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang internasional yang berangkat melalui BIM pada Juli 2026 tercatat turun 10,65 persen secara bulanan.
“Penumpang internasional yang berangkat via BIM susut hingga 10,65 persen dibanding kondisi bulan sebelumnya,” jelas Hasanudin.
Sementara itu, jumlah penumpang internasional yang datang melalui BIM hanya mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,99 persen.
“Sektor transportasi udara tampaknya masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi pergerakan arus penumpang keluar,” terang Hasanudin.
Angkutan Kereta Api Ikut Melemah
Kinerja angkutan penumpang melalui jalur kereta api juga mengalami penurunan pada periode yang sama.
“Keberangkatan penumpang kereta api lokal tercatat mengalami penurunan sebesar 4,24 persen secara month-to-month,” tutur Hasanudin.
Tak hanya dari sisi penumpang, volume pengangkutan barang melalui kereta api juga mengalami koreksi meski relatif tipis.
“Sektor logistik berbasis kereta api ikut terkoreksi dengan penurunan volume barang sebesar 0,58 persen,” jelas Hasanudin.
















