Kabarminang – Pemerintah Kota Pariaman tetap berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meskipun tengah menghadapi keterbatasan anggaran. Pada tahun 2025, sebanyak 60 UMKM ditargetkan akan menerima bantuan melalui program Satu Keluarga Satu Industri Rumah Tangga.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan bahwa keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama, namun pihaknya tetap mendorong agar program ini bisa dijalankan secara bertahap.
“Kemampuan keuangan kita terbatas, dan tidak semua bisa direalisasikan sekaligus. Tapi program ini akan terus berjalan bertahap hingga lima tahun ke depan,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Program ini menyasar pelaku usaha yang sudah berjalan maupun masyarakat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Tak hanya bantuan alat produksi, Pemkot juga akan memberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Yota optimistis, pendekatan ini bisa menciptakan lapangan kerja mandiri sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya sekitar.
“Dengan fokus pada usaha ramah lingkungan dan berkelanjutan, kami ingin program ini mendorong kemandirian ekonomi keluarga serta memperkuat jaringan antar pelaku usaha mikro,” katanya.
Ia juga menyoroti peran penting perempuan dalam program ini, mengingat banyak pelaku industri rumah tangga digerakkan oleh kaum ibu.
Program tersebut resmi diluncurkan pada Jumat kemarin dan diharapkan bisa memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Pariaman ke depan.