Kabarminang – Pemerintah Kota Pariaman bergerak cepat memperkuat pilar ekonomi kerakyatan melalui pelatihan peningkatan pemahaman perkoperasian serta penguatan kapasitas dan kompetensi SDM koperasi se-Kota Pariaman.
Pelatihan tersebut diikuti seluruh Ketua dan Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kota Pariaman, dan digelar di Aula Kantor Bersama, Kelurahan Karan Aur, Kota Pariaman, Kamis (12/2/2026).
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan aset program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kesejahteraan anggota koperasi secara kolektif.
“Koperasi Merah Putih merupakan aset dari Bapak Presiden Prabowo. Tujuannya membentuk anggota koperasi yang sejahtera bersama-sama dan fokus mengembangkan koperasi tersebut di Kota Pariaman,” kata Yota Balad.
Ia menilai, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan tata kelola koperasi dijalankan oleh SDM profesional yang memahami regulasi, manajemen organisasi, serta pengelolaan keuangan modern.
Selain itu, Yota Balad juga menekankan peran koperasi sebagai pusat penampungan hasil produksi pertanian dan perikanan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, terlebih seiring dengan kembalinya alokasi dana desa atau Transfer ke Daerah (TKD).
“Kantor koperasi nantinya diharapkan menjadi tempat penampungan hasil produksi pertanian dan perikanan masyarakat. Diharapkan program ini dapat meningkatkan ekonomi lokal seiring dengan kembalinya alokasi dana desa (TKD),” ungkapnya.
Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Februari 2026, dengan menghadirkan narasumber berbeda yang dinilai ahli di bidangnya.
“Koperasi yang kuat adalah koperasi yang memiliki pengawas yang jeli dan pengurus yang kompeten. Kita ingin KDKMP di Pariaman menjadi percontohan lembaga ekonomi yang sehat dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membekali para pengurus dan pengawas dengan standar kompetensi terbaru dalam mengelola lembaga keuangan mikro.
Mengingat peran strategis KDKMP di tengah masyarakat, pemahaman terkait regulasi, manajemen risiko, hingga prinsip syariah disebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan koperasi.
“Melalui kompetensi yang terasah, diharapkan KDKMP tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dalam memberikan layanan pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kecil di Kota Pariaman,” tutupnya.
















