Kabarminang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan langkah-langkah intensif untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Penanganan pascabanjir ini menjadi prioritas utama yang melibatkan kerja sama berbagai instansi pemerintah.
Fadly menjelaskan bahwa gangguan distribusi air saat ini merupakan dampak langsung dari bencana banjir bandang yang merusak infrastruktur vital, termasuk unit intake milik PDAM. Saat ini, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap di lapangan.
Dia menyampaikan beberapa langkah penanganan krisis air yang sudah dan sedang dilakukan Pemko Padang antara lain:
1. Pemulihan Infrastruktur: Perbaikan unit-unit intake yang rusak akibat banjir bandang.
2. Penggantian Pipa: Tim teknis telah melakukan penggantian pipa-pipa yang rusak, meskipun statusnya masih sementara sehingga layanan air belum kembali optimal.
3. Sinergi Antar Lembaga: Penanganan tidak hanya dibebankan pada PDAM, tetapi juga melibatkan lintas instansi Pemko, Pemprov, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga koordinasi dengan kementerian terkait.
Fadly menekankan bahwa seluruh pihak terkait bekerja keras untuk memaksimalkan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Ini bukan masalah PDAM saja, ini masalah kita bersama. Beban ini harus kita pikirkan secara bersama-sama. Pemerintah Kota, Provinsi, hingga Balai dari kementerian sedang bekerja untuk memaksimalkan distribusi air,” katanya, Selasa (27/1).
















