Kabarminang – Pemerintah Kota Bukittinggi terus mematangkan pelaksanaan Event 100 Tahun Jam Gadang yang akan digelar pada 14 hingga 21 Juni 2026. Dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI menjadi penguat utama dalam menyukseskan perhelatan berskala nasional dan internasional tersebut.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Pemko Bukittinggi dengan Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Direktur Promosi Kebudayaan, Undri, menyampaikan bahwa peringatan satu abad Jam Gadang mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan karena nilai historisnya yang kuat.
“Secara prinsip, Menteri Kebudayaan telah menyampaikan dukungan terhadap event 100 tahun Jam Gadang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah kegiatan seperti seminar akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan.
Dukungan juga datang dari Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaifullah, yang siap mengolaborasikan program Pekan Film Bukittinggi dengan agenda kementerian. Selain itu, Balai Media Kebudayaan akan membantu publikasi melalui liputan, podcast, dan siaran langsung di berbagai platform digital.
Kasubdit Pelestarian Sejarah dan Permuseuman, Agus Hermanto, turut menyatakan kesiapan mendukung kegiatan seminar sejarah dalam rangkaian event tersebut.
Plt Asisten II Setdako Bukittinggi, Ade Mulyani, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat terus diperkuat demi kesuksesan event ini.
“Alhamdulillah, Kementerian Kebudayaan telah menyatakan dukungan terhadap sejumlah kegiatan. Ini menjadi dorongan besar bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan delapan agenda utama. Di antaranya Jam Gadang Cultural Night, seminar internasional dan nasional, lomba fotografi, pameran foto, seminar arsitektur dan mesin Jam Gadang, Pekan Cinema Bukittinggi, serta lomba sastra tingkat pelajar.
Selain itu, akan digelar pula berbagai pre-event dan program pendukung seperti sarapan pagi gratis untuk menyemarakkan peringatan.
Pemko Bukittinggi juga menggandeng Yayasan Satu Pena dalam penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) sebagai bagian dari 100 event pendukung. Hingga kini, sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi partisipasi.
Konseptor event, Arif Malin Mudo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana edukasi sejarah dan penguatan kerja sama lintas daerah hingga internasional.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
“Ini momentum besar bagi Bukittinggi. Kita semua akan menjadi bagian dari sejarah 100 tahun Jam Gadang,” ujarnya.















