Kabarminang – Dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan pemahaman budaya kepada generasi muda, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Workshop Budaya bagi siswa-siswi Sekolah Dasar se-Kota Bukittinggi.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Agustus 2025, bertempat di Museum Rumah Adat Baanjuang, salah satu ikon budaya yang sarat nilai historis di Bukittinggi.
Workshop ini merupakan bagian dari program yang didanai melalui DAK Non Fisik, sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi Kota Bukittinggi menuju Kota Gemilang, Kota Perjuangan dan Kota Istimewa.
Dikutip dari rri.co.id, workshop ini dibuka secara resmi oleh Kabid Kebudayaan, H. Heru Triastanawa, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar para peserta tidak hanya menyerap materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan Faisal Zulfi, Zulzetri, dari unsur Bundo Kanduang, serta Y. Sutan Mangkuto, dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).
Mereka membawakan materi seputar budaya Minangkabau, termasuk pengenalan tradisi adat seperti Tangkuluak dan Deta, yang merupakan simbol identitas dalam berpakaian adat Minangkabau.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Bukittinggi tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.