Kabarminang – Malam itu, suasana di kawasan Kebun Teh Danau Kembar, Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, berjalan seperti biasa. Tidak ada keganjilan. Tidak ada tanda bahaya.
Namun, beberapa jam setelah waktu Isya, kabar mengejutkan menyebar cepat di tengah warga: dua remaja ditemukan, dengan salah satunya tergantung di sebuah pohon.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) malam itu kini menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar. Dua remaja berusia 17 tahun—DAN dan M—diduga melakukan aksi tersebut secara bersamaan. Salah satu dari mereka meninggal dunia di lokasi, sementara yang lain selamat, namun harus menghadapi trauma mendalam.
Kapolsek Gunung Talang, Iptu Armen Nandes, mengatakan hingga kini pihaknya masih berupaya mengungkap latar belakang kejadian tersebut. Proses penyelidikan belum berjalan optimal karena keterbatasan informasi yang bisa digali.
“Korban yang selamat masih mengalami trauma dan belum bisa dimintai keterangan. Saat ini dia membutuhkan dukungan keluarga untuk pemulihan mental,” ujar Armen.
Situasi itu membuat polisi belum dapat menyusun gambaran utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam tersebut.
Keterbatasan lain muncul karena korban yang meninggal dunia telah dibawa pihak keluarga ke Dharmasraya. Hal ini membuat akses terhadap informasi tambahan menjadi semakin terbatas.
Di sisi lain, potongan-potongan cerita dari warga mulai membentuk kronologi peristiwa—meski belum menjawab pertanyaan utama: mengapa hal itu terjadi.
Kepala Jorong Kayu Jao, Dos Muliadi, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, kedua remaja tersebut sempat terlihat melintas di gerbang kawasan PTPN IV dengan sepeda motor. Tidak ada yang mencurigakan dari gerak-gerik mereka.












