“Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RW,” ujar Afrino.
Afrino mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas setempat menerima laporan lanjutan dari perangkat warga sekitar pukul 11.30 WIB. Personel kemudian bergerak ke rumah ketua RW dan menemui para saksi mata sekitar pukul 12.45 WIB untuk melakukan koordinasi terkait penanganan awal.
Afrino juga menyampaikan bahwa lokasi penemuan mayat berada di kawasan yang merupakan blank spot sehingga tidak memiliki jaringan sinyal telepon seluler.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Padang, tim gabungan kemudian melakukan evakuasi terhadap korban dari lokasi penemuan.
Tim tiba di posko sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah proses evakuasi, mayat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang menggunakan ambulans untuk dilakukan pemeriksaan.
Dalam proses evakuasi tersebut, tim gabungan terdiri dari enam personel Basarnas, satu prajurit TNI, 20 anggota Polri, 8 petugas BPBD, 5 sukarelawan PMI, 1 personel ambulans Rumah Zakat, sejumlah anggota dubalang setempat, serta warga.
Sebelum identitas korban diketahui, Afrino mengatakan kondisi tubuh korban sudah sangat memprihatinkan dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
Ia menyebut wajah korban tidak lagi dapat dikenali karena kondisi tubuh yang membiru dan membengkak. Selain itu, bagian perut korban juga telah mengalami perubahan kondisi serta menimbulkan bau.
View this post on Instagram















