Mahardicka menjelaskan, rombongan mahasiswa belum langsung kembali ke kampus karena menunggu jadwal kepulangan bersama kelompok mahasiswa dari nagari tetangga pada keesokan harinya. Setelah berpamitan di kantor nagari pada Rabu siang, rombongan yang terdiri atas lima mahasiswa laki-laki dan 10 mahasiswi tersebut kemudian mengunjungi Pantai Labuang Baruak.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB, sebagian mahasiswa bersantai di tepi pantai sambil menyantap makanan. Sementara delapan mahasiswa lainnya memutuskan berenang di perairan pantai.
Rayhan, yang mengalami gangguan penglihatan atau rabun, berenang bersama tiga rekannya. Saat berada di dalam air, kacamata yang digunakannya terlepas dan jatuh ke laut.
“Korban berusaha menyelam untuk mencari kacamatanya yang jatuh. Pada saat bersamaan ombak besar tiba-tiba datang menggulung area tempat mereka berenang,” ucap Mahardicka.
Ketiga rekan Rayhan berhasil berenang ke tepi pantai dan menyelamatkan diri. Sementara Rayhan diduga kehilangan arah pandangan hingga akhirnya terseret arus ke tengah perairan.
Mahardicka mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai mahasiswa yang terseret ombak tersebut sekitar pukul 16.45 WIB. Setelah menerima laporan, ia langsung berkoordinasi dengan kepolisian, Koramil, pemerintah kecamatan, serta instansi kebencanaan untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.
Setibanya di lokasi, kendaraan operasional BPBD mengevakuasi 14 mahasiswa lainnya dari bibir pantai menuju posko KKN. Mereka kemudian didampingi dosen pembimbing untuk menjalani pemulihan kondisi psikis.
Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian terhadap Rayhan sekitar pukul 17.00 WIB. Tim tersebut melibatkan Basarnas, Satpolairud, unsur TNI AL, BPBD, kelompok siaga bencana, aparatur nagari, serta warga setempat.
Namun, pencarian pada Rabu malam dihentikan sementara karena kondisi ombak tinggi, pasang laut ekstrem, serta keterbatasan jarak pandang. Tim kemudian mendirikan tenda darurat dan memasang lampu penerangan di sepanjang pesisir untuk memantau pergerakan arus.
“Operasi pencarian laut penuh akan dilanjutkan besok pukul 07.00 WIB,” ucap Mahardicka.














