Kabarminang – Pencarian hari kedua terhadap mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Rayhan Eriyandi (21), yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Labuang Baruak, Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, belum membuahkan hasil, Kamis (20/8/2026).
Wali Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Mahardicka, mengatakan pencarian korban kembali dilakukan oleh tim gabungan sejak pukul 07.10 WIB. Tim yang terlibat terdiri atas BPBD, SAR, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, Rektor ISI Padangpanjang, serta warga setempat.
“Pencarian dilakukan petugas gabungan 500 meter dari lokasi tenggelamnya korban kemaren, sedangkan kami warga setempat kita cari dikawasan korban tenggelam,” tuturnya kepada Sumbarkita.
Ia mengatakan, pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan pantai menggunakan perahu serta penyelaman. Namun, hingga pukul 17.30 WIB, korban belum ditemukan.
Menurut Mahardicka, pencarian dihentikan sementara karena kondisi air laut mulai pasang. Tim gabungan selanjutnya akan kembali melakukan pencarian pada Jumat (21/8/2026).
“Berdasarkan koordinasi dengan petugas gabungan dilokasi tadi pencarian besok tetap dilanjutkan selama 5 hari kedepan. jika seandainya tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban pada hari ketujuhnya operasi Pencarian ditutup,” katanya.
Sebelumnya, Rayhan Eriyandi dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Labuang Baruak pada Rabu (19/8/2026) sore. Rayhan merupakan bagian dari rombongan 15 mahasiswa ISI Padangpanjang yang sedang menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut sejak 22 Juli 2026.
“Masa pengabdian KKN mereka sebenarnya sudah selesai. Acara perpisahan di nagari telah digelar Selasa malam. Dosen pembimbing lapangan juga sudah berada di posko untuk persiapan kepulangan,” ujar Mahardicka kepada Sumbarkita.














