Kabarminang — Dua penambang emas tradisional tewas tertimbun longsor di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Sijunjung, pada Kamis (9/4/2026) sore.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, menerangkan bahwa pada hari itu sekitar pukul 16.00 WIB kedua korban bersama sejumlah warga lain bekerja di lokasi bekas tambang. Ia menyebut bahwa seperempat jam kemudian tiba-tiba tanah di sekitar area tersebut runtuh, lalu menimbun kedua korban, yaitu DK (53 tahun) dan RF (20 tahun).
“Sebagian warga yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri. Namun, kedua orang tersebut tidak sempat menghindar dan akhirnya tertimbun longsor,” ujar Yose pada Sabtu (11/4/2026).
Setelah peristiwa itu terjadi, kata Yose, kedua korban dicari dari timbunan material longsor dengan menggunakan dua ekskavator. Ia menyebut bahwa material longsor yang cukup tebal menyulitkan proses pencarian. Meski demikian, katanya, tim bersama warga akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban dari lokasi kejadian.
Menurut seorang tokoh masyarakat setempat, Fadhlur Rahman Ahsas, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor itu. Ia mengatakan bahwa tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir membuat kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
“Dengan kondisi tanah yang sudah pernah digarap dan ditambah tinggi intensitas hujan, struktur tanah menjadi rentan longsor,” ucapnya.
Fadhlur Rahman menyampaikan bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan kedua korban bersama warga lainnya merupakan inisiatif pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia menambahkan kejadian itu merupakan peringatan bagi warga untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat melakukan aktivitas di kawasan rawan longsor, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.












