Kabarminang –Hujan deras yang mengguyur Nagari Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat (2/1/2026) memicu longsor dan putusnya jembatan penghubung.
Akibat kondisi tersebut, puluhan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, hujan dengan intensitas tinggi juga memperparah kondisi jembatan yang menjadi salah satu akses utama warga Limau Gadang.
Wali Nagari Limau Gadang, Joharsah, mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa jembatan tersebut sudah tidak dapat dilalui sejak akhir November 2025.
“Jembatan putus sejak tanggal 26 hingga 27 November dan sudah tidak bisa dilalui,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Joharsah, jembatan tersebut masih ditutup hingga saat ini. Sebagai langkah sementara, warga membangun jembatan darurat dari kayu agar akses tetap dapat digunakan.
“Jembatan masih tertutup. Saat ini masyarakat hanya membuat jembatan darurat dari kayu sekadar agar bisa dilalui,” katanya.
Namun, jembatan darurat tersebut hanya dapat dilewati kendaraan roda dua, sehingga mobilitas warga masih sangat terbatas.
Terkait kondisi banjir, Joharsah memastikan tidak terjadi banjir besar di wilayah Limau Gadang, meskipun debit air sempat meningkat saat hujan deras.
“Untuk banjir tidak ada yang signifikan. Saat hujan turun memang debit air naik, tetapi tidak sampai menimbulkan banjir besar. Tidak ada kejadian tambahan lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, dampak hujan deras tetap dirasakan warga. Setidaknya satu rumah terdampak dan penghuninya telah dievakuasi ke Kantor Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.














