Kabarminang — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan agar wali nagari dipilih oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN).
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengatakan bahwa usulan tersebut merupakan kesepakatan pengurus LKAAM Sumbar dan LKAAM kabupaten dan kota di provinsi tersebut berdasarkan hasil musyawarah di Hotel Ibis, Padang, pada Sabtu (24/1/2026).
Fauzi menjelaskan bahwa pemilihan wali nagari oleh KAN tidak menghabiskan waktu dan biaya, serta menghilangkan masalah di tengah masyarakat yang ditimbulkan oleh pemilihan wali nagari langsung oleh masyarakat.
“Tidak ada pemilihan langsung di dunia ini sampai empat lapis, dari pemilihan presiden, gubernur, bupati/wali kota, dan wali nagari. Waktu masyarakat habis untuk demokrasi (pemilihan langsung) saja,” ujar Fauzi kepada Kabarminang.com pada Kamis (29/1/2026).
Selain itu, kata Fauzi, calon wali nagari dalam pemilihan langsung mengeluarkan banyak uang untuk kampanye dan sosialisasi, yang berasal dari dana pribadi atau investor. Akibatnya, katanya, wali nagari yang terpilih akan sibuk mencari uang untuk mengembalikan dananya yang habis dalam proses pemilihan menjadi wali nagari.
“Kalau dananya dari investor di jorong, dia akan balas budi kepada investor tersebut dan membangun jorong itu,” ucapnya.
Menurut Fauzi, pemilihan langsung berdampak terhadap pembelahan di tengah masyarakat yang diakibatkan oleh perbedaan pilihan, apalagi wilayah nagari terlalu sempit. Pembelahan tersebut berdampak terhadap sikap wali nagari terpilih. Ia menyebut bahwa wali nagari terpilih tidak membangun jorong atau kampung yang masyarakatnya tidak memilih dia menjadi wali nagari.
Jika wali nagari dipilih oleh KAN, kata Fauzi, masalah-masalah seperti itu tidak akan ada karena pemilihan dilakukan melalui musyawarah mufakat. Ia menyebut bahwa pemilihan seperti itu juga akan menghasilkan pemimpin karena ninik mamak dalam KAN mengusulkan beberapa calon terbaik, baik akhlaknya, baik ilmunya, baik kesehatannya, dan sebagainya, lalu dipilih oleh KAN dan unsur lainnya.















