Kabarminang – Krisis air bersih melanda warga di RT 02 RW 06 Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pascabanjir yang melanda kawasan tersebut pada Senin (3/8/2026).
Salah seorang warga terdampak, Yusnimar (60), mengatakan, usai banjir pasokan air dari Perumda Air Minum Kota Padang belum mengalir, sementara air sumur keruh pascabanjir.
“Kemarin masih ada genangan air di depan rumah warga, itu yang kami gunakan. Kalau sekarang sudah kering dan terpaksa mengambil air sungai yang keruh menggunakan galon untuk mandi dan mencuci pakaian,” katanya saat ditemui Sumbarkita, Rabu (5/8/2026).
Ia mengaku anak-anak yang mandi dengan air sungai tersebut saat ini mengalami gatal hingga kulit memerah.
Ia berharap pemerintah menyediakan toren penampungan air, pompa air untuk mempercepat pembersihan lumpur, bantuan penggantian mesin sanyo yang rusak, hingga pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.
“Kami butuh air bersih. Setidaknya sediakan pompa air untuk membersihkan lumpur yang masih berada di rumah, atau sediakan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Perihal itu, Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, menyebut pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga tersebut pada Kamis (6/8/2026).
“Terkait keluhan warga itu telah kami salurkan air bersih hari ini. Sejauh ini pascabanjir 2025 BPBD juga sudah menyalurkan air bersih ke 200 titik setiap hari,” katanya kepada Sumbarkita.














