Kabarminang – Nasib pilu menimpa NB (17), remaja asal Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, yang menjadi korban kekerasan seksual. Setelah kasus yang menimpanya mencuat ke publik, NB kini memilih meninggalkan kampung halamannya dan menetap di Kabupaten Pasaman.
Keputusan itu diambil lantaran NB merasa tidak lagi nyaman berada di lingkungan tempat ia dibesarkan. Sorotan publik dan pembicaraan warga membuatnya tertekan secara psikologis.
Diketahui, ayah NB yakni ED alias Edi ditahan di Polres Pariaman usai membunuh pelaku pencabulan sang anak. ED ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana.
Kuasa hukum ayah NB, Nuliana Rahayu, membenarkan bahwa kliennya menyampaikan sang anak telah pindah ke rumah kerabat almarhumah ibunya di Pasaman.
“NB sekarang sudah berada di Pasaman. Ia memilih tinggal di sana karena merasa malu dan tertekan setelah kasus ini viral,” kata Rahayu saat dikonfirmasi, Senin (16/2).
Rahayu mengaku belum memperoleh informasi rinci mengenai kelanjutan pendidikan NB yang saat ini masih duduk di bangku SMA.
Menurutnya, baik ayah NB maupun ibu sambungnya belum menyampaikan perkembangan terbaru terkait sekolah korban.
“Untuk urusan sekolah saya belum mendapat keterangan detail. Yang jelas, NB sudah tidak lagi tinggal di Padang Pariaman,” ujarnya.















