Rudi mengatakan, para siswa mendapat perawatan di dua rumah sakit, yakni RSUD Prof. M. Yamin Kota Pariaman dan RSUD dr. Sadikin Kota Pariaman.
“Dilakukan pengobatan masalah kesehatan kepada siswa di Rumah Sakit M. Yamin dan Rumah Sakit Sadikin,” ujarnya.
Menurut Rudi, seluruh siswa yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian siswa juga telah diperbolehkan pulang.
“Kondisi sekarang semua anak sudah tertangani dengan baik dan masih dalam observasi. Sebagian siswa sudah ada yang dibawa pulang,” kata Rudi.
Sampel Makanan dan Muntahan Diperiksa
Untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pariaman mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswa serta sampel muntahan untuk diperiksa di laboratorium.
“Sampel muntah dan makanan sedang dicek di laboratorium,” ujar Rudi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah makanan dalam program MBG berkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
SPPG Pauh Dihentikan Sementara
Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Kota Pariaman juga menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG kepada siswa MTsN 1 Kota Pariaman.
“Untuk sementara SPPG Pauh dihentikan sementara,” kata Rudi.
Rudi mengatakan, penghentian sementara tersebut telah dikoordinasikan dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Pariaman.
“Kita sudah koordinasi dengan Korwil SPPG Pariaman,” ujarnya.
Adapun menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri dari nasi, ayam crispy, tahu goreng, saus teriyaki, sayur kacang panjang dengan jagung, serta buah semangka.
Makanan tersebut dipasok oleh SPPG Pasir Pauh yang berada di Kelurahan Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
Hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 86 pelajar MTsN 1 Kota Pariaman telah didata mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Seluruhnya telah mendapat penanganan medis, dengan sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang dan lainnya masih menjalani observasi.
Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa.
















