Kabarminang – Sekitar 2.500 jemaah umroh asal Sumatera Barat (Sumbar) saat ini masih berada di Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Hingga kini, belum terdapat pembatalan penerbangan kepulangan, dan aktivitas keberangkatan jemaah tetap berlangsung normal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, mengatakan data tersebut merujuk pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) pusat yang mencatat sekitar 58.000 jemaah umroh Indonesia sedang berada di Arab Saudi.
“Khusus yang dari Sumatera Barat, kita sudah cek tadi beberapa travel umroh yang beroperasional di Sumatera Barat,” ujar Rifki saat ditemui di Asrama Haji Padang, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, estimasi jumlah jemaah asal Sumbar dihitung berdasarkan data travel umroh. Sekitar 1.000 jemaah mengikuti paket awal Ramadan berdurasi 12 hari dan dijadwalkan pulang pada Kamis (5/3/2026).
Selain itu, terdapat sekitar 1.500 jemaah yang mengikuti paket penuh Ramadan dengan jadwal kepulangan pada Senin (23/3/2026).
“Total perkiraan kita ada sekitar 2.500 jemaah umroh dari Sumatera Barat yang sedang berada di Arab Saudi,” katanya.
Rifki memastikan hingga saat ini belum ada pembatalan tiket kepulangan bagi jemaah asal Sumbar. Jadwal kepulangan terdekat diperkirakan berlangsung dalam tiga hingga empat hari ke depan.
Terkait kondisi penerbangan, ia menyebut situasi masih aman. Bahkan pada hari yang sama masih terdapat jemaah umroh yang berangkat menuju Arab Saudi.
“Sejauh ini masih aman. Malahan hari ini juga masih ada jemaah umroh yang berangkat. Mungkin karena jalur kita berbeda dengan jalur yang sedang berkecamuknya rudal-rudal,” ujarnya.
















