Kabarminang – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada operasional penerbangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau. Salah satu yang terdampak adalah penerbangan charter menuju Jeddah, Arab Saudi.
General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan bahwa dampak konflik tersebut terutama dirasakan pada penerbangan charter yang biasanya melayani rute menuju Jeddah.
“Yang paling terasa pengaruhnya itu charter flight kita yang menuju Jeddah. Untuk sementara penerbangan dari sini ke sana dihentikan pada 3 sampai 18 Maret,” kata Dony, Rabu (11/3).
Meski demikian, ia menyebutkan bahwa penerbangan dari Jeddah menuju Indonesia masih tetap dilakukan dalam rangka pemulangan atau evakuasi penumpang.
“Kalau dari sana pulang ke Indonesia masih kita lakukan. Itu untuk evakuasi penumpang,” ujarnya.
Dony menjelaskan bahwa dalam periode tersebut diperkirakan terdapat sekitar lima hingga delapan penerbangan yang masih akan tiba di Bandara Internasional Minangkabau.
Salah satu kedatangan dijadwalkan berlangsung pada 23 Maret mendatang, namun pihak bandara masih memantau perkembangan situasi.
“Kita masih melihat perkembangan situasi ke depan, karena ini berkaitan dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut,” katanya.
















