Kabarminang — Bermula dari kebosanan duduk di kafe sambil main ponsel, lima anak muda di Kota Padang memutuskan untuk mencoba bermain karet di lapangan Balai Kota Padang pada 2025. Dari kegiatan sederhana itu, mereka menyadari potensi yang bisa dikembangkan menjadi komunitas resmi.
“Saat bermain, kami sadar penonton lain juga ingin ikut bergabung. Dari situ muncul ide untuk membentuk komunitas,” ujar Abdul, Ketua Komunitas Bermain Padang, kepada Sumbarkita, Minggu (1/2/2026).
Ia melanjutkan, melihat antusiasme yang tinggi, kami sepakat membuat grup informasi untuk mengajak lebih banyak orang bermain bersama.
“Seiring waktu, kelompok ini berkembang menjadi Komunitas Bermain Padang secara resmi pada 31 Juni 2025 dengan mengusung konsep permainan zaman dulu. Penampilan pertama sebagai komunitas terlaksana di Car Free Day Padang pada Juli 2025 di depan Polda Sumbar dengan permainan tradisional berupa karet, congklak, dore, hingga engkrang,” ujarnya.
Ia mengatakan, target awal komunitas adalah generasi Z pekerja yang ingin melepas penat di Jumat sore, namun kenyataannya banyak anak kuliahan dan SMA yang tertarik untuk ikut bermain.
“Melihat antusias tersebut, kami akhirnya mengadakan kegiatan rutin setiap Jumat malam dengan tajuk Friday Night Fun di Balai Kota, serta bermain bersama di Car Free Day setiap Minggu,” ujarnya.
Ia mengatakan, ke depannya komunitas berencana mengunjungi panti, kampus, atau lokasi lain sesuai permintaan peserta dan pengikut mereka. Ia menyebut, saat ini Komunitas Bermain Padang telah memiliki tim media dan public relations, serta telah menjalin kerja sama dengan komunitas bermain di Jakarta.
Meski mendapat antusiasme tinggi, komunitas ini menghadapi kendala karena lokasi permainan bersifat open space, sehingga sering berpindah-pindah. Sebagai solusi, kegiatan kini dilaksanakan di Lapangan Gubernur apabila jumlah peserta cukup banyak.
















