Kabarminang — Kawanan beruang berkeliaran di ladang warga di Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman. Akibatnya, warga takut beraktivitas di ladang dan di sekitar ladang.
Wali Nagari Sundata Selatan, Masdiman, mengatakan bahwa berdasarkan laporan warga, terdapat empat ekor beruang yang terpantau di kawasan Bukit Napa, tepatnya di sekitar aliran Sungai Pandahan yang mengarah ke bagian timur nagari itu. Ia menyebut bahwa wilayah perlintasan satwa tersebut merupakan perkebunan karet, durian, dan manggis milik warga.
“Warga melaporkan ada empat ekor beruang. Satu berukuran besar, dan tiga lagi ukurannya bukan anak-anak lagi, melainkan sudah seperti beruang remaja atau beruang muda,” ujar Masdiman kepada Sumbarkita pada Senin (9/2/2026).
Kawanan beruang tersebut, kata Masdiman, sudah berkeliaran selama sepuluh hari terakhir di ladang warga. Ia menyampaikan bahwa bahwa beruang-beruang tersebut berpindah-pindah lokasi di sekitar lahan pertanian warga.
“Kesannya satwa tersebut hanya lewat, mungkin untuk mencari makan,” ucap Masdiman.
Akibat kemunculan kawanan beruang itu, kata Masdiman, banyak petani yang takut dan ragu untuk pergi ke ladang karena takut tiba-tiba berpapasan dengan beruang.
Hingga kini, kata Masdiman, belum ada laporan kasus penyerangan langsung terhadap manusia, maupun hewan ternak oleh beruang di nagari itu.
Untuk menyikapi ancaman tersebut, kata Masdiman, Pemerintah Nagari Sundata Selatan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada instansi itu untuk segera mengambil tindakan perihal kemunculan kawanan beruang itu.
















