“Kelompok balita dan lansia merupakan populasi yang paling rentan terhadap komplikasi pernapasan, sehingga proteksi ekstra dari keluarga dan lingkungan sekitar mutlak diperlukan untuk melindungi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, kelompok anak usia 5–14 tahun mencatat 66.709 kasus atau 12,21 persen. Adapun kelompok remaja berusia 15–24 tahun menyumbang 67.223 kasus atau 12,30 persen.
Dari sisi tren bulanan, Januari menjadi periode dengan jumlah kasus tertinggi sepanjang 2026, yakni 69.503 kasus. Angka tersebut disusul Agustus dengan 68.349 kasus dan September sebanyak 66.284 kasus.
“Fluktuasi bulanan ini dipengaruhi oleh faktor musim serta perubahan kualitas udara, di mana bulan Oktober dari tanggal satu hingga dua puluh lima kemarin saja sudah merekam sebanyak 57.800 kasus,” kata Aklima.
Secara mingguan, pada minggu ke-42 tercatat 15.692 kasus baru yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
Kota Padang dan Agam Catat Kasus Tertinggi
Berdasarkan data periode 1–25 Oktober 2026, Kota Padang menempati posisi teratas dengan 8.968 kasus atau 14,6 persen. Kabupaten Agam menyusul dengan 6.986 kasus atau 11,4 persen.
“Tingginya kasus di Kota Padang dan Kabupaten Agam mengindikasikan bahwa kepadatan penduduk, aktivitas transportasi, serta faktor lingkungan lokal sangat memengaruhi tingkat penularan ISPA di wilayah perkotaan,” terang Aklima.
Sejumlah daerah lain juga mencatat ribuan kasus. Kabupaten Padang Panjang mencatat 6.691 kasus, Tanah Datar 5.661 kasus, Kabupaten Solok 4.635 kasus, dan Padang Pariaman 4.415 kasus.


















