Kabarminang – Kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Andalas, Kota Padang, tercatat meningkat pada awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, petugas kesehatan mencatat sebanyak 32 kasus terduga campak.
Kepala Puskesmas Andalas, Weni Fitria Nuzulis, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan laporan yang dihimpun sepanjang Januari hingga Februari 2026. Sebagian dari kasus tersebut telah dikirimkan ke laboratorium untuk memastikan diagnosis.
“Untuk di awal tahun ini saja, Januari dan Februari sudah ada 32 terduga campak,” kata Weni kepada Sumbarkita saat ditemui pada Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, pada Januari 2026 pihak puskesmas mengirimkan empat sampel pemeriksaan ke laboratorium. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dua kasus dinyatakan positif campak, sementara dua lainnya negatif.
“Di Januari ada empat orang yang kita kirim sampelnya. Hasilnya dua positif dan dua negatif,” ujarnya.
Sementara itu, pada Februari 2026 terdapat enam kasus lain yang juga dikirimkan untuk pemeriksaan laboratorium. Hingga kini sampel tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
Menurut Weni, data tersebut baru berasal dari wilayah kerja Puskesmas Andalas. Padahal, di Kota Padang terdapat 24 puskesmas yang melayani masyarakat.
“Ini baru dari Puskesmas Andalas saja, sementara masih ada 23 puskesmas lagi di Kota Padang,” katanya.















