“Pada saat itu hujan langsung deras,” kata Pak In saat ditemui di lokasi, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, sekitar 30 menit setelah hujan deras, debit air mulai membesar dan membawa material berupa lumpur, batu, serta kayu.
“30 menit kemudian mulai air membesar membawa lumpur, batu dan kayu-kayu,” ujarnya.
Sementara itu, kompleks perkantoran Pemkab Solok hingga Selasa masih dipenuhi material pascagalodo. Petugas gabungan mengerahkan alat berat untuk mengeruk dan memindahkan lumpur, batu, serta kayu yang menutup jalan dan halaman sejumlah kantor.
Pembersihan dilakukan mulai dari gerbang kompleks hingga ke bagian dalam kawasan. Petugas pemadam kebakaran juga menggunakan mobil pemadam untuk menyemprot sisa lumpur yang menempel di jalan dan bangunan.
Di sejumlah halaman kantor organisasi perangkat daerah (OPD), material yang terbawa arus masih menumpuk. Lumpur bercampur kayu, bebatuan, lemari, meja, dan kursi terlihat di sejumlah titik.
Beberapa kendaraan dinas juga masih tertimbun lumpur dan belum seluruhnya dievakuasi. Kondisi kawasan yang masih dipenuhi material banjir membuat proses evakuasi kendaraan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, mengatakan galodo menerjang kawasan Arosuka sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan mengguyur sejak sekitar pukul 19.00 WIB.


















